Hidup ini tak lain merupakan rangkaian momentum yang bisa berubah setiap saatnya, kadang suka kadang duka. Berbagai usaha kita coba. Sayangnya, terkadang justru berakhir dengan kegagalan. Maka mendekat kepada Allah menjadi puncak dari segala usaha yang menghubungkan manusia dengan harapan dan cita-citanya. Sebab tak ada sesuatu pun di dunia ini yang bisa terwujud, kecuali sesuai dengan restu-Ny…
Jangan memasuki suatu sistem yang membuat Anda melampiaskan diri. Tapi, dekat-dekatlah dengan sahabat yang membuat Anda mengendalikan diri. Karena Islam itu mengendalikan, bukan melampiaskan. Hidup itu harus bisa ngegas dan ngerem
Ketika Anda lalai, bagaikan seorang penjaga yang tertidur, penjahat berhasil menyelinap masuk. Sama halnya ketika Anda lalai dan mengabaikan ajaran agama, setan berhasil memasuki hati Anda dan Anda pun berbuat kesalahan. Maka, Anda memerlukan seorang penjaga untuk bisa aman kembali dan mengunci pintu dengan lebih baik. Itulah istigfar dan tobat. Penjaga yang memperkuat pertahanan diri Anda. …
"Wahai jiwa yang tenteram, kembalilah kepada Tuhanmu dalam keadaan ridha dan diridhai. Masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku. Dan masuklah ke dalam surga-Ku." �QS Al-Fajr (89): 27-30 Adakah yang lebih berharga untuk dicari, selain ketenteraman jiwa? Segala jerih payah yang kita kerahkan dalam hidup entah untuk mengejar harta, kuasa, nama, atau cinta akan menjadi sia-sia belaka jik…
Kita menyembah dan mengabdi kepada Allah dalam sembahyang kita, puasa kita, dalam zakat kita, dalam haji kita, dalam pergaulan rumah tangga dengan anak-istri kita, dalam pergaulan kemasyarakatan dengan tetangga dan sesama, pendek kata dalam segala gerak-langkah hidup kita.