Text
Analisis sikap tawakal mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuludin dan Dakwah IAIN Kediri perspektif Imam Al-Ghazali
Manusia menurut Al-Ghazali hidup di dunia memiliki tujuan yang jelas, yaitu tercapainya kebahagiaan di dunia dan akhirat, sedangkan tujuan akhirnya ialah kebahagiaan akhirat yaitu dekat dengan Allah. Manusia adalah salah satu makhluk ciptaan Allah yang dikaruniai akal, pikiran, dan hawa nafsu. Atas karunia tersebut, manusia memiliki tugas utama di bumi, yaitu menjadi khalifah fil ardh. Untuk itu manusia harus membekali diri dengan ilmu agar dapat mengetahui yang haq dan batil, serta bijaksana dan selalu berada dijalan-Nya. Salah satu sikap yang harus miliki oleh hamba Allah adalah tawakal. Begitu pula dengan mahasiswa yang mulai meresahkan masa depannya yakni tanggung jawab atas ilmu yang diperoleh, persaingan dalam dunia kerja, dan lain-lain. Padahal Allah telah menjamin takdir untuk masing-masing hamba-Nya.
Sehingga dari permasalahan tersebut kemudian dibahas sikap tawakal mahasiswa secara umum serta dilihat dari perspektif Imam Al-Ghazali menggunakan metode campuran (mix methods) yaitu kuantitatif dan kualitatif. Perolehan data diambil melalui penyebaran angket secara online, wawancara langsung dan tidak langsung, serta dokumentasi.
Hasil dari penelitian kuantitatif menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki sikap tawakal dalam kategori sedang. Kategori tersebut disimpulkan berdasarkan mean atau rata-rata senilai 98,1 yang berada diantara skor 80 sampai dengan 116. Hal ini dinilai dari jawaban pada angket yang menunjukkan bahwa kebanyakan dari mahasiswa memiliki pemahaman terkait sikap tawakal, akan tetapi dalam pengimplementasiannya masih tergolong kurang istiqomah indikator sikap tawakal Al-Ghazali.
Berdasarkan data penelitian kualitatif, dari seluruh jawaban subjek dapat disimpulkan bahwa mereka memiliki sikap tawakal yang mendasar. Dilihat dari pemahaman mahasiswa tentang sikap tawakal. Mahasiswa memahami tawakal adalah sikap berserah diri dan memasrahkan segala urusan, masalah, dan apapun dijalani kepada Allah dengan tetap mengusahakan yang terbaik serta meyakini segala bentuk ketetapan Allah. Mahasiswa masih memiliki beberapa kekurangan dalam pengimplementasian sikap tawakal yang semestinya masih dapat ditingkatkan, yakni kontrol diri yang masih labil, kurang sabar, dan kurang mensyukuri nikmat-Nya.
Tidak tersedia versi lain