Text
Hubungan health belief model dengan kontrrol diri pada penderita diabetes mellitus Program Prolanis di UPTD Puskesmas Pesantren 1 Kota Kediri
Diabetes mellitus merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi ketiga di Indonesia. Prevalensi diabetes mellitus di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya. Penyebab diabetes mellitus diantaranya: kurangnya aktifitas fisik, merokok, obesitas, diet yang tidak seimbang, konsumsi kandungan gula secara berlebih dan perilaku hidup yang tak sehat lainnya. Perilaku hidup sehat dalam psikologi dikaji dalam teori health belief model yang merupakan faktor penting bagi individu dalam menentukan sikap melakukan atau tidak melakukan diri terhadap perilaku kesehatan. Kontrol diri diperlukan guna membantu individu dalam mengatasi kemampuannya dan berbagai hal yang dapat merugikan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat health belief model dan kontrol diri pada penderita diabetes mellitus serta mengetahui hubungan antara kedua variabel.
Penelitian ini menggunakan pendekatan dengan jenis penelitian kuantitatif. Dengan jumlah populasi sebanyak 335 orang terdaftar program Prolanis dan sampel sebanyak 53 orang penderita diabetes mellitus yang aktif pada kegiatan program Prolanis di UPTD Puskesmas Pesantren | Kota Kediri. Pengambilan sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling dan menggunakan analisis uji korelasi product moment.
Hasil dari penelitian ini adalah (1) Tingkat health belief model pada penderita diabetes melitus tergolong dalam kategri sedang dengan frekuensi 37,7% pada semua aspek kecuali aspek mengantisipasi keparahan dan aspek hambatan yang dirasakan. (2) Tingkat kontrol diri pada penderita diabetes mellitus tergolong dalam kategori tinggi dengan frekuensi 35,8% pada semua aspek kecuali aspek memperoleh informasi. (3) Diperoleh nilai sig (2-tailed) sebesar sig = 0.000 < a 0.05 dan nilai correlation sebesar 0.488. Hal ini menunjukan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Nilai tersebut menjelaskan bahwa terdapat hubungan yang signifikan yang positif antara health belief model dengan kontrol diri yang berarti semakin tinggi health belief model maka semakin tinggi kontrol diri pada penderita diabetes mellitus. Hubungan tersebut termasuk dalam kategori sedang.
Tidak tersedia versi lain