Text
Tradisi pembacaan Surah Al-Mulk di Pondok Pesantren Sirojul 'Ulum Semanding Pare Kediri dalam kajian Living Hadis
Terdapat salah satu surah dalam al-Qur'an yaitu surah al-Mulk dimana terdiri dari 30 ayat dan termasuk surah Makruh. Dalam hadis-hadis nabi dijelaskan bahwa surah al-Mulk dapat memintakan syafa'at bagi orang yang senantiasa membacanya dan dapat menjadi penghalang dari siksa kubur bagı seseorang dimasa hidupnya merutinkan membaca surah al-Mulk. Di Indonesia tradisi pembacaan surah al-Mulk sudah banyak diterapkan baik secara individu maupun secara komunal Seperti halnya di Pondok Pesantren Sirojul Ulum Semanding Pare Kediri yang meruntinkan pembacaan surah al-Mulk setelah melaksanakan sholat isya' secara berjama'ah.
Skripsi ini selanjutnya berusaha mengkaji tradisi pembacaan surah al-Mulk di Ponpes Sirojul 'Ulum sebagai sebuah fenomena living hadis. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Bagaimana proses pelaksanaan tradisi pembacaan surah al-Mulk di Ponpes Sirojul 'Ulum. 2. Bagaimana makna tradisi pembacaan surah al-Mulk di Ponpes Sirojul 'Ulum perspektif teori makna menurut Karl Mannheim. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi dan teori makna menurut Mannheim. Sumber data dari penelitian ini diperoleh melalui wawancara dengan pengurus dan santri Ponpes Sirojul 'Ulum, sedangkan data sekundernya yaitu literatur-literatur atau buku-buku yang berkaitan dengan tema yang dibahas dalam penelitian ini. hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa: Pertama, tradisi pembacaan surah al-Mulk di Ponpes Sirojul 'Ulum merupakan fenomena living hadis. Adapun hadis-hadis Nabi yang dijadikan landasan pembacaan surah al-Mulk tersebut adalah Hadis-hadis yang keutamaan surah al-Mulk. Secara teknis, praktik pembacaan surah al- Mulk dilakukan rutin setiap ba'da sholat isya secara berjama'ah. Diawali dengan membaca surah al-Fatihah dan setelah membaca wirid ba'da sholat fardu serta selesai melaksanakan sholat sunnah ba'diah dan witir. Kesha, mengenai makna yang dalam tradisi pembacaan surah al-Mulk meliputi tiga makna, yakni makna objektif, makna ekspresif dan makna dokumenter. I makna objektif tradisi ini dipandang sebagai suatu kewajiban 2 makna ekspresif, tradisi mi merupan sarana untuk peningkatan kualitas diri dalam hal beribadah dan mengharap ridho Allah Swt di dunia dan di akhirat 3 makna dokumeter, tradisi ini adalah sebuah kebiasaan yang menjadi rutinitas sehingga kegiatan tradisi tersebut sudah mendarah daging hingga sekarang dan sebagai syafa'at, daput menolong dari siksa kubur dan juga untuk menjaga diri kita dari kejahatan
Tidak tersedia versi lain