Text
Pola interaksi sosial kelompok keagamaan NU, Muhammadiyah, dan LDII Desa Jegreg Kecamatan Lengkong Kabupaten Nganjuk
Penelitian ini oleh hubungan sosial ketiga kelompok agama ini semakin kental. Kehidupan di desa lebih bisa mengenal dan berinteraksi karena mereka lebih berprinsip pada kerukunan bukan perselisihan. Tidak memandang perbedaan namun mereka tetap menjunjung tinggi rasa simpati terhadap sesama. Hubungan ketiga kelompok keagamaan ini sangat harmonis karena mereka memang saling peduli dalam kegiatan kemasyarakatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola interaksi sosial yang terjadi antar kelompok agama yaitu NU, Muhammadiyah dan LDII di Desa Jegreg Kecamatan Lengkong Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan teori Interaksionisme Simbolik oleh George Herbert Mead. Lokasi penelitian berada di Desa Jegreg Kecamatan Lengkong Kabupaten Nganjuk. Subjek penelitian ini terdiri dari kepala desa, 3 tokoh agama dan 3 tokoh masyarakat. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan perpanjangan pengamatan dan meningkatkan ketekunan, Analisis data menggunakan teknik reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi sosial yang ditimbulkan antara NU, Muhammadiyah dan LDII Desa Jegreg ada tiga pola yaitu pola individu pola individu dengan kelompok dan pola kelompok dengan kelompok. Selain itu, di dalam pola tersebut masyarakat menggunakan simbol berupa kata, bahasa dan benda. Simbol yang sering digunakan masyarakat dalam menyapa sesama anggota masyarakat yaitu kata Assalamuailakum dipandang sebagai ajaran yang mengajarkan kita untuk hidup rukun dan saling menghargai satu sama lain.
Tidak tersedia versi lain