Text
Lukisan yang belum usai
Musim kemarau melanda tanah Samalantan, Kalimantan Barat. Adalah Darmaja bocah berusia tujuh tahun bergelut dengan pekerjaan yang sangat berbahaya Kesehariannya sebagai buruh tambang emas ilegal. Dalam usia yang produktif untuk menempuh bangku pendidikan Darmaja malah sebaliknya. Ada keinginan untuk sekolah bersama teman-temannya, tapi keinginan itu hanya ada dalam mimpi Ayahnya tidak pernah mengizinkannya untuk bersekolahSetelah sekian tahun berlalu. Anak-anak Samalantan tumbuh menjadi anak remaja, Susi selalu menjadi bahan perbincangan hangat warga Samalantan Kabar kecantikannya terdengar di seluruh Desa Samalantan, bahkan kampung seberang semua tahu bahwa Susi memang cantik luar dalam Adalah si tauke yang tertarik mendengar desas-desus akan berita tentang Susi Setelah mengetahui bahwasanya berita itu benar, ia semakin sering berkunjung di Desa Samalantan dengan harapan dapat mempersunting SusiMemasuki bulan Desember kehidupan masyarakat Samalantan mengalami sedikit perubahan Harga karet melonjak dari harga-harga sebelumnya tapi yang menjadi permasalahan adalah air karet yang dihasilkan menurun, karena daun gugur dan berganti dengan muda. Hal ini membuat getah karet tidak seimbang Masyarakat Samalantan menggantungkan hidupnya dengan hasil alam. Lahir, besar dan mati dengan rendahnya pendidikan di tanah yang kaya merupakan sesuatu yang perlu dipertanyakan
Tidak tersedia versi lain